Minggu, 30 Januari 2011
Jauhari dan Tria Ningsih Juara I Lari 10K
SAMARINDA, tribunkaltim.co.id - Jauhari Johan atlet dari Sumatera Selatan dan Tri Ningsih dari Jawa Tengah (Jateng) meraih Juara I Lomba Lari 10K untuk kategori umum putra dan putri yang digelar Pemprov Kaltim, Minggu (30/1/201).
Kemenangan kedua atlet nasional ini dengan catatan waktu masing-masing 32,39 detik dan 35,56 detik sekaligus menorehkan kemenangan kedua kalinya dalam event yang sama, setelah tahun lalu juga berada di posisi teratas.
Sayangnya, kedua atlet itu belum bisa memecahkan rekor lari nasional sekaligus menyabet dana masing-masing Rp 100 Juta yang telah disiapkan pemprov bila mampu memecahkan rekor lari yang juga merupakan rekor atas nama mereka sendiri. "Memang belum bisa pecahkan rekor lari nasional, tetapi saya sudah cukup senang," kata Tria Ningsih, di sela-sela penyerahan hadiah.
Di bawah Jauhari Johan, I Gede Karang Asam dengan catatan waktu 35,53 detik dari Secapa TNI AD disusul Ferry Junaidi 33,02 detik dari Maluku. Sedangkan untuk putri, posisi runner up diraih Yulia Ningsih dari Jatim dengan waktu 37,30 detik disusul Olivia Sadi dari NTT dengan waktu 38,25 detik.
"Saya berharap ada yang bisa memecahkan rekor lari, ternyata dalam dua tahun ini belum ada yang mampu. Tetapi, yang penting ada upaya untuk itu. Terlebih lagi, peserta datang dari mana- mana. Bahkan juaranya berasal dari Sumsel dan kami hargai hal itu. Kegiatan ini juga untuk meningkatkan prestasi sekaligus memacu atlet Kaltim untuk terus berprestasi," kata Gubernur Awang Faroek. (*)
Penulis : Maipah / Editor : Fransina Luhukay
http://kaltim.tribunnews.com/2011/01/30/jauhari-dan-tria-ningsih-juara-i-lari-10k
Pelari Nasional Tercepat Pada 10 K Kaltim
Oleh: M Ghofar
Samarinda (ANTARA News- Kaltim)- Dua pelari nasional untuk putra dan putri berhasil menjadi juara pertama dalam lomba lari 10 K (Kilometer) Terbuka Kejuaraan Gubernur Kaltim di Samarinda, Kalimantan Timur pada Minggu (30/1).
Dilaporkan di Samarinda, Minggi bahwa Jauhari Johan, pelari andalan nasional nomor marathon dari Sumatera Selatan, dia berhasil tiba di garis finish pertama dengan catatan waktu 32,39 menit.
Sementara di kelompok putri, Trianingsih tak tertandingi dengan catatan waktu 35,56 menit.
Keduanya menjadi orang tercepat dalam event itu namun tidak ada rekor nasional yang terlampaui, padahal panitia menyiapkan dana Rp100 juta bagi pemecah rekor.
Jauhari Johan 14 detik lebih dulu mencapai finish dari I Gede Karang Asam, pelari dari Secapa TNI AD. Posisi ketiga ditempati pelari Maluku, Feri Junaidi dengan catatan waktu 33,02 menit.
Di bagian putri, Trianingsih yang mendaftar di saat-saat akhir sebelum penutupan pendaftaran, tidak terkejar oleh para pesaingnya, Yulianingsih dari Jawa Timur yang finish dengan waktu 37,30 menit dan Olivia Sadi dari Nusa Tenggara Timur dengan catatan waktu 38,25 menit.
Sedangkan prestasi yang diperoleh pelari asal Kaltim di kelas umum ini diraih Andi Mukhlis, yakni pelari binaan PKT Bontang dengan waktu tempuh 33,53 menit. Andi harus puas menduduki di urutan ke enam.
"Tidak ada pemecahan rekor nasional dalam lari 10 K ini, tetapi saya senang karena antusias para pelari dari berbagai daerah di Indonesia ternyata cukup besar,? kata Gubernur Kaltim Awang Faroek usai menyaksikan pertandingan lari 10 K, Minggu.
Dengan tidak adanya pemecahan rekor, maka bonus yang dijanjikan gubernur sebesar Rp100 juta batal diserahkan. Namun Trianingsih berhasil memperbaiki catatan waktunya sendiri yang dicapai tahun lalu, yakni 36,52 menit.
Pada kategori pelajar putri, PKT Bontang memborong gelar juara. Fony Desyantika (SMPN 4 Bontang) dengan waktu 42,27 menit berada di tempat pertama, kemudian Lia Indah Pandini (SMAN 2 Bontang) dengan waktu 42,29 menit menempati posisi kedua dan Hasmiati (SMPN 4 Bontang) dengan waktu 43,28 menit berada di urut ketiga.
Sementara untuk kelompok pelajar putra, juara pertama direbut Hermawan (SMK I Bontang), Dasmen (SMPN 7 Samarinda) dengan waktu 37,06 menit dan Andi Mun (SMPN 13 Samarinda).
http://kaltim.antaranews.com/berita/3626/pelari-nasional-tercepat-pada-10-k-kaltim
Jumat, 28 Januari 2011
Pemecah Rekor di "10-K Gubernur Kaltim" Rp 100 Juta
“Saya berharap, dalam 10-K Gubernur Kaltim II ini ada pemecahan rekor nasional. Bagi pemecah rekor nasional 10-K kita sediakan total hadiah Rp 200 juta, masing-masing Rp 100 juta bagi putra dan putri,” ucap Kepala Dispora Kaltim, H Masri Hadi, dalam jumpa pers di Studio RRIv Samarinda, Jumat (28/1).
Berbincang sambil ditemani Kepala Diskominfo Kaltim, Moh Jauhar Efendi dan Junaidi, staf BPPMD Kaltim, Masri Hadi sangat ingin rekor nasional ini tumbang di arena 10-K Gubernur Kaltim. Sebab, selama 2010 sampai sekarang, rekor nasional 10-K yang disandang pelari putri, Triyaningsih belum terpecahkan.
Rekor nasional 10-K yang dicatat Triyaningsih, pelari asal Salatiga, Jateng itu adalah 29 : 92 detik. Karena itu, menurut Masri, siapa saja yang mampu memecahkan rekor ini disediakan Rp 100 juta, baik putra atau putri. “Saya sendiri sangat berharap ada pelari asal Kaltim yang juga bisa mengukir prestasi di ajang lari ini,” ujarnya.
Ajang 10-K Gubernur Kaltim II yang digelar berkaitan HUT ke-54 Provinsi Kaltim tahun 2011 ini, urainya, dibagi dua kategori. Kelompok umum dan kelompok elit, putra dan putri. “Kelompok elit diikuti para pelari nasional yang disiapkan ke SEA Games, dan kelompok umum untuk kalangan masyarakat, pelajar dan mahasiswa,” tambahnya.
Ia menyebut, PB PASI sendiri telah merekomendasikan 20 pelari putra, dan 20 pelari putri yang akan berlaga di Kaltim. Tapi, hasil konfirmasi terakhir ada 11 pelari putra, dan 9 pelari putri nasional yang siap turun sesuai urut-urutan peringkatnya. Mereka antara lain Agus Prayogo (Secapa AD Bandung), Jauhari Johan (Sumsel), Jahuza (Bangka Belitung), Ridwan (NTB), I Gde Karang Asem, Sukarno (Secapa AD Bandung) dan lainnya.
Sedang pelari putri nasionalnya antara lain pemegang rekor Triyaningsih sendiri, Unik Setyorini (Locomotiv Salatiga), Rini Budiarti (Jakarta), Olivia Sadi (PASI NTT), Erni Ulaningsih (Salatiga), dan lainnya. Mereka-mereka yang sekarang dalam Pelatnas SEA Games itu akan unjuk kebolehan dalam 10-K Gubernur Kaltim II.
Masri mengakui, persiapan teknis 10-K Gubernur Kaltim II melibatkan banyak pihak. Antara lain pihak Polantas, Dishub, Dinas PU, Dinkes, dan lainnya. Sedang rute 10-K dimulai dari depan Gubernur Kaltim Jalan Gajah Mada – Awang Long – Bhayangkara – Pahlawan – Dr Sutomo – Pembangunan – Juanda – Antasari – Siraj Salman dan finish di depan Kantor Gubernur.
Tapi, ada dua rute alternatif lainnya kalau misalkan terkendala hujan dan banjir. Alternatif rutenya mulai Jl Gajah Mada terus lurus ke ujung Jalan Yos Soedarso atau depan Toapekong dan kembali lurus balik arah, atau rute terakhir mulai dari Jalan Gajah Mada – RE Martadinata – Slamet Riyadi – terus ke Karang Asam sampai finish. “Kalau misalkan ada kendala hujan dan banjir, kita siap mengalihkan ke rute-rute alternatif itu,” ucap Masri Hadi agak bersemangat. (diskominfo)
Lomba Ketinting dan Napak Tilas
Meriahkan Peringatan Peristiwa Merah Putih
TENGGARONG-vivaborneo.com, Dalam rangka memeriahkan Peringatan Peristiwa Merah Putih Sanga Sanga, Panitia menggelar Lomba Ketinting (perahu bermotor) dan kegiatan Napak Tilas perjuangan Merah Putih yang berlangsung 29 Januari 2011

Pelepasan peserta napak tilas tahun lalu
Kepala Bagian Humas dan Protokol Sri Wahyuni mengatakan lomba ketinting yang memperebutkan Piala Bergilir Bupati Kukar itu, akan digelar ditepian Dermaga 7 Pertamina Sanga Sanga, mulai pukul 10.00 wita.
Lomba ketinting dipastikan seru, karena diikuti 30 peserta dari lima kecamatan di Kukar, yaitu Kota Bangun, Muara Muntai,Muara Kaman, Muara Badak dan tuan rumah Sanga Sanga. Lomba ini terbagi dalam tiga kategori berdasarkan kapasitas mesin yaitu 9 PK, 10 PK dan 13 PK yang menempuh jarak 3×400 meter.
“Bagi pemenang, disediakan total uang tunai senilai 19 juta rupaiah dan tropi,” ujar Sri saat ditemui diruang kerjanya.
Sedangkan kegiatan Napak Tilas perjuangan Merah Putih akan dilepas di Monumen Pertahanan Merah Putih, kelurahan Sanga Sanga Muara, pukul 14.00 wita. Munumen pertahanan tersebut dulunya merupakan pertahanan awal para pejuang menghalau serangan penjajah. Kemudian peserta akan melewati sejumlah tempat-tempat bersejarah, menuju finish di SD YPTH Sanga Sanga dengan rute kurang lebih 10 KM.
Sri mengatakan peserta Napak Tilas tahun ini sangat antusias, hingga (28/1) dipastikan 70 regu dari berbagai kalangan akan mengikuti kegiatan tersebut. Masing masing regu berjumlah 10 orang, jadi 700 orang ambil bagian dalam Napak Tilas ini.
Dijelaskannya bahwa dalam perjalanan Napak Tilas, peserta akan melewati tiga pos. Pada pos I dan II, peserta akan diberi penjelasan oleh Veteran tentang tempat-tempat bersejarah. Sedangkan di Pos III, peserta akan diberi quisioner dengan 10 pertanyaan esai seputar sejarah Sanga Sanga.
Kegiatan Napak Tilas ini juga memperebutkan Piala Bergilir Bupati Kukar, dan piala tetap serta total uang 8 juta rupiah.
“Penilaian pemenang yaitu berdasarkan kerapian, kekompakan, kreatifitas dan hasil quisioner yang dibagiakn di pos III,” pungkasnya. (vb/heru)
http://www.vivaborneo.com/lomba-ketinting-dan-napak-tilas-meriahkan-peringatan-peristiwa-merah-putih.htm
Kamis, 27 Januari 2011
Gubernur Kaltim 10 K, Ujicoba Atlet Pra PON Kaltim
SAMARINDA–vivaborneo.com, Lima pelari Kaltim yang dipersiapkan ke Pra PON dipastikan tampil dalam Gubernur Kaltim10 K Terbuka ke II, Minggu, 30 Januari mendatang. Momen ini sekaligus akan menjadi ajang ujicoba bagi atlet-atlet Kaltim sebelum berlaga di Pra PON.“Ada lima pelari kita yang akan berlaga mereka adalah Ilham dan Hamsul di bagian putra dan Feri Subnviu, Irma Handayani dan Foni Diantika di bagian putri,” kata Sekretaris Umum Pengprov Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kaltim, Munir Alhabsy, Rabu (26/1).
Ilham adalah juara I Kejurnas Junior 2009 nomor 5.000 meter, sementara Hamsul menjadi juara dalam nomor 3.000 meter halang rintang. Sedangkan Feri Subnvinu merupakan peraih medali emas nomor marathon (42 km) pada PON Kaltim 2008 lalu. Feri menempati posisi ketiga ketika digelar Gubernur Kaltim10 K Terbuka ke I, tahun lalu.
Altet putri lainnya adalah Irma Handayani yang meraih prestasi terbaik pada Kejurnas Junior 2009 dengan menempati juara III nomor 10.000 meter. Sementara atlet lain yang dipersiapkan adalah Foni Diantika dari kota Bontang.
“Selain pelari jarak jauh, beberapa atlet sprint kita juga akan tampil di event ini. Sekaligus untuk melatih endurance mereka,” ujar Munir.
Hingga kemarin, tidak kurang dari 200 peserta yang telah mengembalikan formulir pendaftaran. Panitia masih menunggu formulir pendaftaran lainnya yang hingga kini belum diserahkan. Munir menyebutkan, panitia telah menyebarkan lebih dari 2000 lembar formulir ke masyarakat.
Jumlah pendaftar saat ini masih didominasi kategori pelajar yang berasal dari berbagai sekolah di Kaltim, diantaranya Samarinda, Balikpapan, Kutai Kartanegara, Bontang dan Tarakan.
“Kami masih menunggu para peserta yang lain. Kami harapkan, sebelum penutupan pendaftaran, sekitar 2000 peserta sudah mengembalikan formulir pendaftarannya,” harap Munir.
Gubernur Kaltim10 K Terbuka ke II, tahun ini akan memperebutkan hadiah total Rp153 juta dan bonus khusus Rp100 juta dari Gubernur Kaltim bagi pemecah rekor nomor lari 10 km. (vb/sam)
http://www.vivaborneo.com/gubernur-kaltim-10-k-ujicoba-atlet-pra-pon-kaltim.htm
Minggu, 23 Januari 2011
Kaltim Pecahkan Rekor Ski Air Terjauh
“Keberhasilan memecahkan rekor MURI ini diharapkan mampu memotivasi kebangkitan olahraga di Kaltim khususnya olahraga perairan. Sehinggan akan muncul atlet-atlet andalan daerah yang mampu berprestasi hingga tingkat dunia” ungkap Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak usai menerima Sertifikat MURI di Samarinda, Minggu (23/1).
Diakui, jenis olahraga air masih sangat minim diketahui oleh masyarakat. Bahkan para penggemarnya pun masih terbilang langka. Padahal, Kaltim memiliki potensi dan kondisi alam yang mendukung pengembangan olahraga ini.
Awang menjelaskan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Mahakam ini, terdapat sekitar 76 danau. Dari jumlah tersebut, sekitar 30 danau terletak di daerah Mahakam bagian tengah. Termasuk tiga danau utama, yaitu Danau Jempang seluas 15 ribu hektare, Danau Semayang seluas 13 ribu hektare dan Danau Melintang seluas 11 ribu hektare.
Sedangkan ketinggian permukaan air danau-danau ini berfluktuasi sesuai musim dari 0.5 meter hingga satu meter selama musim kering. Namun mencapai tujuh meter pada musim hujan, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai tempat berolahraga ski air.
“Selain itu, ada danau eks tambang di Desa Jahab Kutai Kartanegara yang luasannya sangat cocok untuk arena pengembangan olahraga ski air. Bahkan, ada sebagian pihak memperkirakan lokasi ini apabila dikelola dengan baik, maka mampu mengalahkan arena ski air Sunter di Jakarta,” jelas Awang.
Sementara itu Panglima TNI Jenderal Agus Suhartono, yang juga Ketua Umum Pengurus Besar PSASI Pusat menyambut baik atas penyelengaraan lomba ski air untuk pemecahan rekor MURI ini. Bahkan, kalau memungkinkan rekor ini dimasukkan dalam penilaian pemecahan rekor MURI Dunia.
Penyerahan sertifikat MURI dilakukan oleh Senior Manajer MURI Paulus Pangka di Tepian Mahakam. Pemecahan rekor ski air ini, Kaltim mendapatkan sertifikat pada urutan 4703.(gus).
http://diskominfo.kaltimprov.go.id/berita-350-kaltim-pecahkan-rekor-ski-air-terjauh.html
Jumat, 14 Januari 2011
Kaltim Minta Perhatian Lebih
SAMARINDA, KOMPAS.com - Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak menilai alokasi dana dari pusat untuk daerahnya masih kecil. Pembangunan tidak bisa berjalan optimal. Pemerintah Pusat diharapkan memberi perhatian lebih dalam hal bantuan dana yang lebih besar.
Demikian disampaikan Awang Faroek menanggapi pertanyaan wartawan terkait kendala utama Kaltim seusai peringatan HUT Kaltim ke-54 di Stadion Madya Sempaja, Kota Samarinda, Kamis (13/1/2011).
Awang Faroek mengklaim, setiap tahun sumber daya alam Kaltim yang dihisap oleh pusat senilai Rp 315 triliun. Namun, yang kembali ke Kaltim dalam bentuk dana cuma senilai Rp 12 triliun. Itu terdiri dari Rp 7 triliun transfer langsung dan Rp 5 triliun dana alokasi program dari kementerian-kementerian.
Jumlah itu masih kurang mengingat masih banyaknya yang belum dibangun seperti jaringan jalan yang layak, bandar udara di pelbagai tempat terutama yang menjangkau permukiman di pedalaman dan daerah terpencil, dan sarana listrik serta air bersih. "Kami tidak ingin otonomi khusus tetapi berilah kami perhatian lebih," kata Awang Faroek.
“Republik Cinta” Meriahkan HUT Kota
“Manajemen Rebuplik Cinta sudah memastikan 3 grup musiknya T.R.I.A.D, The Virgin dan Mahadewi akan tampil memeriahkan hari jadi kota bersama warga Samarinda dan sekitarnya. Ini adalah tahun ketiga, kami Pemkot Samarinda bersama pihak swasta menghadirkan panggung hiburan rakyat dengan sajian spektakuler,” ujar Plt Kabag Humas dan Protokol Pemkot Samarinda HM Faisal di ruang kerjanya, Rabu (12/1).
Faisal mengatakan panggung hiburan rakyat ini gratis, tapi dijamin berkualitas.”Jadi, sama seperti tahun-tahun sebelumnya, walaupun puncak HUT selalu meriah bertabur artis, tapi selalu minimalis dalam menggunakan anggaran APBD. Tentunya tidak terlepas dukungan dari pihak ketiga yang berusaha di kota Samarinda,” imbuh Faisal.
Ditegaskannya Faisal, jika berharap anggaran APBD, akan banyak menguras APBD karena tidak sedikit biaya untuk mendatangkan grup musik papan atas ini.
Oleh karena itu, Faisal mengimbau warga Samarinda untuk tidak menyia-nyiakan momentum panggung hiburan ini, dan tentunya menonton dengan tertib.
“Dengan Hari Jadi kota ini, kita berusaha serangkaian kegiatan yang dilaksanakan bisa menyentuh semua elemen masyarakat, mulai kegiatan hiburan, kepedulian lingkungan, olahraga dan pemuda,” imbuh Faisal seraya menambahkan untuk tahun ini tema HUT “Dengan Kebersamaan Menuju Masyarakat Samarinda yang Sehat, Berbudaya, Berwawasan Lingkungan, Maju dan Mandiri”.
http://www.samarindakota.go.id/index.php?session=&page=10&id=2181
Pemkot Samarinda Borong 7 Penghargaan
| Oleh : hms2 |
SAMARINDA—Pemkot Samarinda kembali mendapat reward dengan ”memborong” tujuh penghargaan, dua diantaranya Panji Keberhasilan Pembangunan bidang Administrasi Kependudukan dan Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. |
Upacara HUT Ke-54 Kaltim di Kutai kartanegara
Upacara diikuti oleh pegawai di lingkungan Pemkab Kukar, TNI, dan Polri. Dalam sambutan Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak yang dibacakan Bahroel mengatakan, peringatan HUT ke-54 Kaltim mengangkat tema Mewujudkan Provinsi Hijau, Menuju Masyarakat yang Sehat Cerdas dan Sejahtera. "Tema tersebut bermakna momentum HUT Kaltim ini, pemerintah bersama masyarakat Kaltim bertekad menjadikan Kaltim sebagai Provinsi Hijau," ujarnya.
Hal tersebut seiring dengan dilaksanakannya program Kaltim Green (Kaltim Hijau) yang telah dideklarasikan pada Kaltim Summit, 7 Janurai 2010 lalu. Kaltim Green itu dilaksanakan guna mendukung tekad pemerintah pusat mengurangi emisi karbon. Tujuannya, pertama; untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh dan seimbang. Kedua, mengurangi ancaman bencana ekologi.
Ketiga, mengurangi terjadinya pencemaran dan perusakan ekosistem. Serta yang terakhir, meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan kepentingan sumberdaya alam (SDA) terbarui, dan pemanfaatan secara bijak SDA tak terbarui.
Dikatakannya, Kaltim Green merupakan dimulainya proses pelaksanaan pembangunan daerah yang berwawasan lingkungan, yang berbasis tata kelola pemerintahan yang berwawasan lingkungan. Lebih lanjut dijelaskan, Kaltim telah mendapat pengakuan dan penghargaan Indonesian Green Award kategori Best Indonesia Green Province jenis silver pada Agustus 2010 lalu.
"Saya merasa gembira karena Kaltim Green mendapat sambutan antusias tak hanya dari lingkup pemerintah, tetapi juga oleh pihak swasta dan masyarakat untuk bersama melaksanakan penanaman satu orang lima pohon," paparnya.
Pada HUT ke-54 ini, Pemprov Kaltim kembali memberikan panji-panji keberhasilan pembangunan, trofi dan piagam penghargaan kepada kabupaten/kota yang dinilai berhasil meningkatkan pembangunan di daerah masing-masing. Kukar bersama Samarinda berada di posisi kedua perolehan penghargaan tersebut, dengan berhasil menerima masing-masing tiga panji keberhasilan, sedangkan Balikpapan menerima enam panji keberhasilan. (hmp03)
http://www.kaltimpost.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=86260
Rencana : Rekor Muri Ski Air Terpanjang di Kaltim
Pemprov Kaltim akan mengukir rekor di Museum Rekor Indonesia (MURI) dalam penyelenggaraan lomba ski air terpanjang, yakni mulai Kota Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara hingga Kota Samarinda. “Lomba ski air akan digelar pada 22 Januari 2011 di Sungai Mahakam dengan panjang tempuh mencapai 42 kilometer Tenggarong- Samarinda,” kata Kepala Dinas Olahraga Kalimantan Timur (Kaltim) Masrihadi di Samarinda, Jumat.
Menurut Masrihadi, kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kaltim ke-54, sementara jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini belum diketahui karena masih dalam proses pendataan.
Namun demikian, pihaknya akan mengundang semua pe-ski air di semua daerah di Indonesia guna meramaikan acara tersebut. Dia juga belum bisa menyebutkan nilai hadiah yang akan diberikan bagi pemenang lomba tersebut.
Total dana yang digunakan bagi penyelenggaraan HUT Pemprov Kaltim mencapai Rp1,5 miliar ditambah dengan sumbangan dari PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan sejumlah perusahaan lain yang nilainya juga belum diketahui.
Menurutnya, sebelumnya lomba ski air terpanjang di Indonesia belum pernah tercatat di MURI, sehingga pihaknya optimis kegiatan yang akan digelar tersebut bisa tercatat dalam sejarah di museum tersebut.
Selain akan mengukir rekor MURI untuk ski air, Pemprov Kaltim juga diharapkan mampu mencatat rekor MURI melalui penanaman sejuta pohon yang disesuaikan dengan program “Kaltim Green” untuk menurunkan emisi gas.
Penanaman sejuta pohon akan dilakukan oleh seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemprov Kaltim dan semua PNS di 14 kabupaten maupun kota di daerah masing-masing.
Sementara penanaman pohon perdana sebagai tanda dimulainya penanaman sejuta pohon, akan dilakukan oleh Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak di Stadion Utama Palaran, Samarinda pada 13 Januari 2011.
Dua kegiatan tersebut merupakan sebagian kecil dari sejumlah kegiatan yang akan digelar selama Januari dalam rangka HUT Kaltim. Kegiatan lain yang akan digelar seperti bersih-bersih lingkungan, lari 10 kilometer, pentas hiburan rakyat dan lainnya.Tokoh Berjasa di Kaltim tahun 2010
Seabrek penghargaan, panji-panji keberhasilan dan penyerahan tropy kepada mereka yang berjasa dan berprestasi bakal mewarnai puncak perayaan HUT ke-54 Provinsi Kaltim tahun 2011. Setidaknya, ada sepuluh tokoh yang dipandang berjasa membangun Kaltim dan berhak menerima penghargaan dari Pemprov di Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi ke-54 ini.
“Tahun 2011 ini ada sepuluh tokoh yang dinilai berjasa ikut membangun dan memajukan Kaltim. Mereka itu berhak menerima penghargaaan yang akan diserahkan pada puncak peringatan HUT Provinsi ke-54 ini,” ucap Koordinator Seksi Pemberian Penghargaan Panpel HUT, Syachrumsyah Asri saat konfrensi pers dengan wartawan di Studio RRI Samarinda, Jumat (7/1).
Siapa saja mereka?
Syachrumsyah, Kepala Balitbangda (Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah) Kaltim itu menyebut, sepuluh tokoh berjasa tersebut adalah
- Herlan Agussalim (alm)
- HM Fuad Arieph
- H Achmad Husry
- KH Saad Idjan Saleh
- Hj Eka Komariah Kuncoro
- Hj Suwinah Alwy AS
- Hj Rusmilawati
- H Yusuf Serang Kasim
- Said Mochsen (alm)
- H Ence Abdussamad (alm)
Herlan (alm) yang mantan Ketua DPRD Kaltim periode 2004 – 2009 berjasa di bidang kepemudaan atau pantas disebut tokoh pemuda. Lantas Fuad Arieph, mantan Ketua PWI Kaltim dua periode (1990 – 2000) sebagai tokoh pers, Achmad Husry (tokoh pembina olahraga), Saad Idjan Saleh (tokoh agama), Eka Komariah atau Bu Kom, Suwinah Alwy atau Bu Win dan Rusmilawati sebagai tokoh wanita, Yusuf SK yang mantan walikota Tarakan dua periode (1999 – 2009) sebagai tokoh pendidikan, dan dua lainnya berjasa sebagai pendiri Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda.
Pemberian penghargaan kepada 10 tokoh di atas, urai Syachrumsyah, merupakan bagian dari agenda pemberian penghargaan, panji-panji keberhasilan, dan tropy kepada mereka yang dipandang berjasa dan berprestasi di bidang masing-masing. “Bertepatan HUT ke-54 ini, ada 21 panji-panji keberhasilan yang kita berikan, 27 tropy, 30 piagam penghargaan, termasuk penghargaan kepada 10 tokoh berjasa,” ucap Syachrum yang saat itu menemani Ketua Panpel HUT Provinsi ke-54, HM Aswin dan panitia lainnya.
Syachrum sendiri belum merinci siapa-siapa saja yang berhak menerima panji-panji keberhasilan, penerima tropy dan piagam penghargaan lainnya itu. Namun, panji-panji keberhasilan itu diakuinya lebih terfokus kepada Pemkab dan Pemkot se-Kaltim, kelompok-kelompok usaha dan perorangan yang dinilai berhasil mengembangkan usaha dan kegiatannya dalam memajukan pembangunan.
“Banyak memang kriteria penilaian yang kita lakukan kepada mereka yang berhak menerima panji-panji, tropy dan piagam penghargaan itu. Tapi, untuk sementara kami belum bisa menyebut kabupaten/kota atau kelompok mana saja yang berhak menerima, kecuali pada puncak perayaan HUT Provinsi ke-54 nanti,” ucap Syachrum.
Upacara puncak HUT Provinsi Kaltim ke-54 yang jatuh pada 9 Januari 2011 sendiri sedianya dihelat Senin (10/1) di Stadion Madya Sempaja, Samarinda. Tapi, belakangan diundur menjadi Kamis (13/1), karena Gubernur Awang Faroek Ishak bersama Wagub Farid Wadjdy, Ketua DPRD Mukmin Faisjal, Sekprov Irianto Lamberi, termasuk Bupati/Walikota diundang Presiden SBY ke Jakarta untuk suatu pertemuan.
http://www.wisatakaltim.com/berita/tokoh-berjasa-di-kaltim/
====================================================================
SAMARINDA. Kaltim telah menginjak usia ke 54 Tahun, dalam Rapat Paripurna Istimewa Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Kaltim kemarin, Kamis (13/1), Ketua DPRD Kaltim Mukmin Faisal dalam pidatonya berpesan kepada seluruh lapisan masyarakat Kaltim maupun pemerintah Kaltim untuk tetap mengutamakan Kelestarian Kaltim dalam setiap kegiatan pembangunan.
"Alhamdulillah, pada hari ini kita semua dapat merayakan hari yang sangat istimewa dalam perjalanan sejarah 54 tahun Provinsi Kaltim. Selaras dengan tema tersebut, pembangunan Kaltim ke depan, harus tetap mengutamakan kelestarian alam," katanya.
Mukmin menyebutkan, semua kegiatan pembangunan, termasuk eksploitasi sumber daya alam untuk kepentingan ekonomi, jangan lagi merusak lingkungan. "Mulai sekarang dan seterusnya, Kaltim yang hijau harus benar-benar kita wujudkan dalam tindakan nyata, agar masyarakat yang sehat, cerdas dan sejahtera bukan sekedar di angan-angan," ucap dia.
Dalam kesempatan itu pula, Mukmin menyampaikan rasa bangganya, sabab dalam kurun waktu yang cukup panjang tersebut, yakni 54 tahun, banyak kemajuan yang telah dicapai dalam berbagai aspek kehidupan baik yang menyangkut politik, sosial ekonomi, maupun perkembangan pembangunan fisik diseluruh wilayah Kaltim.
Semua kemajuan tersebut, sambung dia, tentu tidak lepas dari jasa-jasa para pendahulu. Maka dalam kesempatan yang sama, 10 tokoh yang dianggap berjasa dalam pembangunan Kaltim diberikan piagam penghargaan. Adapun yang menerima piagam penghargaan tersebut antara lain, Almarhum Drs H Herlan Agusalim (Tokoh Pemuda), H M Fuad Arieph (Tokoh Pers), H Achmad Husry selaku (Tokoh Pembina Olahraga), KH Saad Idjan Saleh BA (Tokoh Agama), Ir Hj Eka Komariah Kuncoro, Prof Dra Hj Rusmilawati IM dan Prof Dra Hj Suwinah Alwy selaku (Tokoh Peranan Wanita) dan Drs Yusuf SK (Tokoh Pendidikan) serta Almarhum S Mochsen dan Almarhum H E Abdus Samad. Penghargaan itu diberikan oleh Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak didampingi Wakil Gubernur Farid Wadjdy serta Ketua DPRD Kaltim Mukmin Faisal dan para Wakil, Hadi Mulyadi, Marten Apuy dan Yahya Anja.
Di tempat yang sama, mantan Gubernur Kaltim Drs H Suwarna AF yang hadir mengatakan saat ini Kaltim banyak mengalami kemajuan. "Tapi sayangnya kemajuan itu baru sebatas pembangunan yang bersifat fisik. Tinggal ke depan bagi aparatur pemerintah harus bekerja keras bagaimana melakukan pembangunan non fisik seperti pendidikan, pariwisata, kesejahteraan masyarakat khususnya di perbatasan. Itu penting," tegasnya.
Sementara Paripurna Istimewa HUT Kaltim kemarin berjalan lancar dan sukses. Dihadiri sekitar 8 ribu undangan termasuk 14 kepala daerah di Kaltim. Acara dimulakan pukul 11.30 Wita dan diakhiri dengan hiburan dan makan bersama sekitar pukul 15.00 Wita.
http://www.sapos.co.id/index.php/berita/detail/Rubrik/15/12271
Kamis, 13 Januari 2011
14th Lomba Fotografi HUT Kaltim ke 54

Dalam Rangka memeriahkan HUT Provinsi Kalimantan Timur ke-54 tahun 2011, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengajak masyarakat pecinta Photography untuk mengikuti ‘Contest Photography dengan tema ‘Uniquely 54th of East Kalimantan’.
Dimana peserta mengabadikan momen-momen pada rangkaian acara yang digelar pada HUT Provinsi Kalimantan Timur ke-54 ini. Kesesuaian tema foto, momen dan keunikan gambar yang diambil saat pelaksanaan acara-acara dalam rangkaian HUT Provinsi Kalimantan Timur yang penuh dengan dinamika dan memiliki banyak sekali keunikan, nilai seni, adat istiadat yang mungkin saja tidak dimiliki oleh daerah lain dapat terekam dalam gambar dan menjadi memori.












